Riwayat Hafs

Biografi Imam Hafs: Anak Tiri Imam ‘Ashim yang Bacaannya Mendunia

Jika Anda membuka mushaf Al-Qur’an di Indonesia, Arab Saudi, atau sebagian besar negara dunia, Anda sedang membaca Al-Qur’an dengan Riwayat Hafs dari Imam ‘Ashim. Padahal, Imam ‘Ashim punya dua murid utama: Syu’bah dan Hafs. Kenapa Hafs yang “menang” dalam popularitas? Mari mengenal lebih dekat sosok yang suaranya bergema di lisan miliaran muslim ini. Profil Sang Imam: …

Biografi Imam Hafs: Anak Tiri Imam ‘Ashim yang Bacaannya Mendunia Selengkapnya »

Ha’ Kinayah: Huruf ‘Lemah’ yang Punya Banyak Wajah dalam Al-Qur’an

Pernahkah Anda bertanya, kenapa kata Lahu (لَهُ) dalam Al-Qur’an dibaca panjang (ada wau kecil), tapi kata Fieh (فِيهِ) dibaca pendek? Padahal sama-sama diakhiri huruf Ha’? Jawabannya ada pada kaidah Ha’ Kinayah (هَاءُ الْكِنَايَةِ), yaitu huruf Ha’ tambahan yang berfungsi sebagai kata ganti orang ketiga tunggal laki-laki (dia). 1. Filosofi Huruf Ha’: Si Lemah yang Butuh Sandaran Secara fonologi, huruf Ha’ itu …

Ha’ Kinayah: Huruf ‘Lemah’ yang Punya Banyak Wajah dalam Al-Qur’an Selengkapnya »

Melacak Jejak Qira’at ‘Ashim di Nusantara

Sejarah perkembangan Qira’at ‘Ashim riwayat Hafs di Nusantara seringkali dianggap sebagai “ruang gelap” dalam sejarah Islam. Belum banyak sejarawan yang secara spesifik meneliti kapan dan siapa yang membawa bacaan ini hingga menjadi standar bagi muslim Indonesia hari ini. Namun, dengan melacak rute penyebaran Islam (Da’i) dan jalur perdagangan kuno, kita bisa menemukan titik terang rekonstruksi …

Melacak Jejak Qira’at ‘Ashim di Nusantara Selengkapnya »

Menghindari Kesalahan Fatal (Lahn Jali) pada Kata-Kata Sulit dalam Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an menuntut ketelitian yang tinggi. Terkadang, kebiasaan lisan kita dalam berbahasa Arab sehari-hari atau ketidaktelitian melihat harakat bisa menjerumuskan kita ke dalam Lahn Jali (kesalahan fatal yang bisa mengubah makna). Meskipun seseorang fasih berbahasa Arab, ia tetap harus tunduk pada Rasm (tulisan) dan Dhabt (tanda baca) mushaf yang sesuai riwayat. Berikut adalah daftar kata-kata dalam Al-Qur’an yang sering salah dibaca …

Menghindari Kesalahan Fatal (Lahn Jali) pada Kata-Kata Sulit dalam Al-Qur’an Selengkapnya »

Imam ‘Ashim bin Abi an-Najud: Pewaris “Cahaya Kufah” dan Pemilik Qira’at Paling Populer di Dunia

Jika kita membuka mushaf Al-Qur’an yang tersebar di sebagian besar dunia Islam hari ini—termasuk di Indonesia—kita akan menemukan tulisan kecil di bagian akhir: “Riwayat Hafs dari Imam ‘Ashim”. Siapakah sosok Imam ‘Ashim yang bacaannya menjadi standar bacaan miliaran muslim ini? Beliau adalah ‘Ashim bin Bahdalah (Abi an-Najud) al-Asadi al-Kufi, seorang Tabi’in agung yang menjadi pilar utama keilmuan Al-Qur’an di …

Imam ‘Ashim bin Abi an-Najud: Pewaris “Cahaya Kufah” dan Pemilik Qira’at Paling Populer di Dunia Selengkapnya »

Mengupas Tuntas Hukum Ha’ Kinayah (Ha’ Dhamir)

Pernahkah Anda memperhatikan huruf waw kecil (ۥ) atau ya’ kecil (ۦ) setelah huruf ha’ (ه) dalam mushaf Al-Qur’an? Tanda ini bukanlah hiasan, melainkan petunjuk untuk salah satu kaidah tajwid penting yang disebut Ha’ al-Kinayahatau Ha’ ad-Dhamir. Menguasai hukum ini akan membuat bacaan kita lebih fasih dan sesuai dengan riwayat. Apa Itu Ha’ Kinayah? Secara sederhana, Ha’ Kinayah adalah huruf ha’ (ه) tambahan yang berfungsi sebagai kata ganti …

Mengupas Tuntas Hukum Ha’ Kinayah (Ha’ Dhamir) Selengkapnya »

Hukum Bertemunya Dua Sukun (Iltiqa’ al-Sakinain)

Dalam ilmu tajwid, salah satu kaidah yang fundamental untuk mencapai bacaan Al-Qur’an yang fasih dan benar adalah memahami Hukm Iltiqa’ al-Sakinain (حكم التقاء الساكنين), atau hukum tentang pertemuan dua huruf yang sama-sama berharakat sukun. Kesalahan dalam menerapkan kaidah ini dapat menyebabkan perubahan makna atau bacaan yang kurang lancar. Secara umum, pertemuan dua sukun ini dapat terjadi dalam …

Hukum Bertemunya Dua Sukun (Iltiqa’ al-Sakinain) Selengkapnya »

Scroll to Top