
Tak bisa melihat dunia, tapi bisa menerangi hati manusia dengan Al-Qur’an. Itulah potret keajaiban seorang anak bernama Faishal bin Da’sy Al-Qahthani, bocah asal Riyadh yang sejak lahir mengalami kebutaan total.
Namun, keterbatasan fisik bukanlah penghalang baginya untuk menghafal 30 juz Al-Qur’an secara lengkap dalam waktu hanya dua tahun. Bahkan ia mampu menghafal juga dzikir pagi-petang, doa-doa harian, dan sejumlah hadits. Ia bukan hanya hafidz, tapi juga berbicara dengan bahasa Arab fasih yang mengungguli anak-anak seusianya.
📌 Kecerdasannya Mengungguli Banyak Orang Dewasa
Jika berbincang dengannya, Anda akan disambut dengan keramahan, ketenangan, dan senyum bersahaja. Ia mampu menyebut nama pemimpin dunia, ibu kota negara, hingga peristiwa besar di dunia Islam. Kemampuannya mengikuti berita dan menyerap informasi membuatnya jadi rujukan, bahkan bagi orang dewasa.
🎧 Metode Hafalan: Mendengar, Mengulang, Menanam
Faishal mengungkapkan bahwa metode hafalannya adalah dengan mendengarkan rekaman murattal. Ia memasang kaset bacaan Al-Qur’an di kamarnya, menyambungkannya ke saklar, dan memutar ulang-ulang bacaan itu hingga benar-benar hafal.
“Setiap selesai satu kaset, saya ganti dengan yang lain. Berulang-ulang sampai benar-benar masuk dalam hafalan.”
Salah satu suara yang paling ia sukai adalah Syaikh Sudais dan Syaikh Khalid Al-Qahthani, yang menjadi teman setianya dalam proses menghafal.
🏫 Perjalanan Pendidikan: Dari Braille ke Halaqah Tahfizh
Awalnya, sang ayah memasukkannya ke Madrasah An-Nur dengan sistem Braille, namun Faishal merasa tidak cocok. Maka, sang ayah dengan bijak memindahkannya ke madrasah tahfizh Al-Qur’an, dan dari situlah potensi luar biasa Faishal mekar.
“Ayahku mendukungku dengan penuh keyakinan. Ia menekankan agar anak-anak dibawa ke halaqah tahfizh meskipun banyak tantangan yang harus dilalui.”
🧭 Nasihat Faishal untuk Anak-anak Muslim
Dengan tenang dan penuh keyakinan, Faishal menyampaikan pesan:
“Jangan lalai. Waspadalah terhadap tipu daya setan, jauhi syahwat, jangan buang waktu di depan TV. Perbanyak membaca dan menghafal Al-Qur’an.”
💡 Refleksi
Faishal adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencintai Al-Qur’an. Justru dengan keterbatasannya, Allah anugerahkan kelebihan yang luar biasa.
Referensi: Kisah Inspiratif Para Penghafal Al-Quran – Ahmad Salim Badwilan




