Mengenal Imam al-Susi: Ahli Qira’at yang Terkenal dengan “Idgham Kabir”

Dalam khazanah Ilmu Qira’at, nama Imam al-Susi tercatat sebagai salah satu perawi utama dari qira’at Imam Abu Amr al-Bashri. Dikenal memiliki integritas dan kapasitas keilmuan yang luar biasa, beliau mewariskan sebuah riwayat bacaan Al-Qur’an dengan karakteristik yang unik dan menjadi rujukan penting bagi para penuntut ilmu Al-Qur’an.

Profil dan Nasab

Nama lengkap beliau adalah Shalih bin Ziyad bin Abdullah bin Ismail bin Ibrahim bin al-Jarud al-Susi. Nisbah “al-Susi” merujuk pada sebuah kota di Ahwaz, tempat asalnya. Para ulama menggambarkannya sebagai seorang muqri’(ahli qira’at) yang memiliki tiga sifat utama: dhabit (hafalan yang sempurna dan terjaga), muharrir (penyampaian yang tajam dan presisi), serta tsiqah (sangat terpercaya).

Perjalanan Intelektual dan Keilmuan

Lahir pada tahun 170 H, Imam al-Susi telah mendalami ilmu-ilmu agama sejak usia dini dari para guru di kampung halamannya. Dalam sanad qira’at Imam Abu Amr, beliau mengambil riwayat melalui jalur ulama besar, Yahya bin al-Mubarak al-Yazidi.

Menariknya, guru beliau ini juga merupakan guru dari Imam al-Duri, perawi qira’at Abu Amr yang lain. Meskipun berasal dari satu perguruan yang sama, Imam al-Susi tercatat sebagai murid senior.

Ciri Khas Qira’at: Idgham Kabir

Walaupun satu guru, riwayat qira’at Imam al-Susi memiliki banyak perbedaan dalam ushul (kaidah dasar) jika dibandingkan dengan riwayat Imam al-Duri, khususnya dari jalur Syatibiyah. Karakteristik yang paling menonjol dan menjadi ciri khas Imam al-Susi adalah penerapan “Idgham Kabir”. Ini adalah kaidah meleburkan dua huruf yang sama-sama berharakat, sebuah praktik yang hampir tidak ditemukan dalam riwayat Imam al-Duri.

Kontribusi di Bidang Hadis dan Murid-murid Beliau

Keilmuan Imam al-Susi tidak terbatas pada Al-Qur’an saja. Dalam disiplin ilmu hadis, para kritikus seperti Imam Hatim memberinya predikat “Shaduq”, yang berarti orang yang jujur dan dapat diterima riwayatnya.

Beliau mewariskan ilmunya kepada banyak murid ternama, baik dalam bidang qira’at maupun hadis.

     

      • Murid di Bidang Qira’at: Putranya sendiri (Muhammad), Muhammad bin Jarir al-Nahwi, Abu al-Harits Muhammad bin Ahmad al-Tharsusi, dan Musa bin Jumhur.

      • Murid di Bidang Hadis: Abu Bakar bin Abu Ashim, Abu Arubah al-Harrani, dan al-Hafidz Muhammad bin Said.

    Setelah mengabdikan seluruh hidupnya untuk berkhidmah kepada Al-Qur’an dan hadis, Imam al-Susi wafat pada tahun 261 H.

    Referensi: Mengarungi Samudra Kemuliaan 10 Imam Qira’at  – Moh. Fathurrozi, Lc, M.Th,I & Rif’iyatul Fahimah, Lc, M. Th,I

    Scroll to Top