
📜 Pendahuluan
Sejarah pencetakan Al-Qur’an merupakan babak penting dalam penyebaran kitab suci ini ke seluruh dunia. Sebelum abad ke-18, umat Islam lebih mengandalkan mushaf tulisan tangan (manuskrip) sebagai media penyebaran Al-Qur’an. Namun, perkembangan teknologi percetakan mengubah segalanya, dan salah satu cetakan yang paling bersejarah adalah Al-Qur’an cetakan St. Petersburg (1787) serta Mushaf Maula Ottoman (1787).
📖 Al-Qur’an Cetakan St. Petersburg (1787): Awal Percetakan di Dunia Islam
Pada tahun 1787, Ratu Tsarina Catherine II dari Rusia memerintahkan pencetakan Al-Qur’an di St. Petersburg. Cetakan ini bertujuan memfasilitasi umat Islam di wilayah Rusia pasca perang Rusia-Turki (1768-1774).
📌 Fakta Menarik dari Al-Qur’an Cetakan St. Petersburg:
✅ Dicetak sebagai bagian dari kebijakan politik Ratu Catherine II untuk mendekati komunitas Muslim di Rusia.
✅ Dikoreksi oleh ulama Muslim agar tetap sesuai dengan naskah asli.
✅ Memuat keterangan tafsir untuk memperjelas pemahaman pembaca.
✅ Dikerjakan oleh Mullah Osman Ismail, seorang sarjana Muslim yang dipercaya dalam proyek ini.
✅ Menjadi percetakan pertama yang ditangani langsung oleh umat Islam sendiri di wilayah kekuasaan Rusia.
📜 Mushaf Maula Ottoman: Standarisasi Cetakan Al-Qur’an di Kekaisaran Ottoman
Pada tahun yang sama dengan cetakan St. Petersburg, Kekaisaran Ottoman memulai cetakan resmi Al-Qur’an mereka sendiri, yang dikenal dengan sebutan “Mushaf Maula Ottoman”.
📌 Apa yang membuat Mushaf Maula Ottoman begitu penting?
✅ Diterbitkan di bawah otoritas resmi Kekaisaran Ottoman, sebagai langkah untuk menjaga keaslian Al-Qur’andan mencegah perubahan teks.
✅ Menggunakan Rasm ‘Utsmani, yaitu gaya penulisan yang diwariskan sejak zaman Khalifah Utsman bin Affan.
✅ Menggunakan tanda waqaf namun tidak mencantumkan nomor ayat
✅ Menjadi standar rujukan bagi mushaf-mushaf cetak selanjutnya, yang banyak diadopsi oleh negara-negara Muslim.
✅ Mengukuhkan posisi Istanbul sebagai pusat percetakan dan penyebaran mushaf cetak ke berbagai wilayah Islam.
📖 Perkembangan Cetakan Al-Qur’an di Berbagai Negara
📌 Setelah keberhasilan percetakan di St. Petersburg dan Istanbul, berbagai negara Muslim mulai membuka percetakan sendiri:
🔹 1801-1803: Kazan (Volga, Rusia) mulai mencetak Al-Qur’an.
🔹 1833: London mencetak Al-Qur’an pertama kali, diikuti cetakan tahun 1871 dan 1875.
🔹 1838: Persia (Iran) mulai mencetak mushaf pertamanya.
🔹 1852: India mencetak Al-Qur’an secara massal di Bombay dan Calcutta.
🔹 1872: Istanbul mencetak Al-Qur’an dengan teknik metas (huruf cetak), diikuti dengan teknik litograf tahun 1873 dan 1876.
📌 Peran Percetakan dalam Penyebaran Al-Qur’an
🔹 Mempermudah akses umat Islam terhadap Al-Qur’an di berbagai penjuru dunia.
🔹 Memastikan keaslian teks Al-Qur’an tetap terjaga dengan rasm ‘Utsmani.
🔹 Membantu dalam pengajaran, hafalan, dan penyebaran ilmu tafsir ke berbagai wilayah.
Referensi: Sejarah Pencetakan Al-Qur’an – Hamam Faizin, MA.




