Wahyu Allah

Tadabbur Surah An-Najm: Mengapa Al-Qur’an Disebut Laksana Bintang?

Surah An-Najm adalah surah ke-53 (Makkiyah) yang terdiri dari 62 ayat. Ia turun setelah Surah Al-Ikhlas dan sebelum Surah ‘Abasa. Namanya diambil dari ayat pertama: “Demi bintang ketika terbenam.” Ada korelasi indah antara nama surah (Bintang) dengan tema besarnya. Sejak dahulu, bintang berfungsi sebagai GPS alami (penunjuk arah) bagi para musafir di tengah kegelapan malam. Demikianlah Al-Qur’an; ia …

Tadabbur Surah An-Najm: Mengapa Al-Qur’an Disebut Laksana Bintang? Selengkapnya »

Belajar Metode Pendidikan (Tadarruj) dari Cara Turunnya Al-Qur’an

Berbeda dengan kitab-kitab suci terdahulu seperti Taurat, Zabur, dan Injil yang diturunkan sekaligus (jumlatan wahidah), Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri. Ia diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ secara Munajjaman (berangsur-angsur/terpisah-pisah) selama kurang lebih 23 tahun. Orang-orang kafir Quraisy pun sempat mempertanyakan hal ini sebagai bahan cemoohan, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an: $$وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً …

Belajar Metode Pendidikan (Tadarruj) dari Cara Turunnya Al-Qur’an Selengkapnya »

AL-QUR’AN MERANGKUM ISI KANDUNGAN KITAB-KITAB SUCI TERDAHULU

Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah, yang merangkum dan menyempurnakan ajaran dari kitab-kitab suci sebelumnya. Apa yang terdapat dalam Taurat, Injil, dan Zabur telah dimuat dalam Al-Qur’an dengan bentuk yang lebih sempurna dan tidak mengalami perubahan sebagaimana kitab-kitab terdahulu. Al-Fatihah: Inti Seluruh Al-Qur’an Semua isi Al-Qur’an diringkas dalam surah Al-Fatihah. Surah ini mengandung …

AL-QUR’AN MERANGKUM ISI KANDUNGAN KITAB-KITAB SUCI TERDAHULU Selengkapnya »

Scroll to Top