Tadabbur Al-Qur’an

Tadabbur Surah An-Najm: Mengapa Al-Qur’an Disebut Laksana Bintang?

Surah An-Najm adalah surah ke-53 (Makkiyah) yang terdiri dari 62 ayat. Ia turun setelah Surah Al-Ikhlas dan sebelum Surah ‘Abasa. Namanya diambil dari ayat pertama: “Demi bintang ketika terbenam.” Ada korelasi indah antara nama surah (Bintang) dengan tema besarnya. Sejak dahulu, bintang berfungsi sebagai GPS alami (penunjuk arah) bagi para musafir di tengah kegelapan malam. Demikianlah Al-Qur’an; ia …

Tadabbur Surah An-Najm: Mengapa Al-Qur’an Disebut Laksana Bintang? Selengkapnya »

Tangisan Abu Bakar Saat Membaca Al-Qur’an

Abu Bakar Ash-Shiddiq: Sahabat yang Menangis Saat Membaca Al-Qur’an Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu adalah sosok sahabat Rasulullah ﷺ yang dikenal dengan kelembutan hati dan keteguhannya dalam agama. Dia adalah laki-laki dewasa pertama yang beriman kepada Rasulullah ﷺ dan satu-satunya sahabat yang menemani beliau dalam perjalanan hijrah menuju gua Tsur. Keutamaannya diakui oleh Rasulullah ﷺ, …

Tangisan Abu Bakar Saat Membaca Al-Qur’an Selengkapnya »

Mengulang-ulang Satu Ayat untuk Mentadabburinya

Dalam perjalanan spiritual Islam, tadabbur atau merenungi ayat-ayat Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan. Salah satu metode yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para salaf dalam bertadabbur adalah mengulang-ulang satu ayat dalam shalat malam. Dalil dari Nabi ﷺ tentang Mengulang Ayat Asrah binti Dajajah meriwayatkan bahwa Abu Dzar رضي الله عنه berkata: “Nabi ﷺ pernah bangun …

Mengulang-ulang Satu Ayat untuk Mentadabburinya Selengkapnya »

Scroll to Top