Adab Penuntut Ilmu

Mengapa Ulama Salaf Mereka Belajar Adab Lebih Lama daripada Belajar Ilmu?

Jika kita melihat kurikulum pendidikan ulama salaf (terdahulu), kita akan menemukan sebuah formula yang unik: Mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk belajar adab daripada belajar ilmu. Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata tegas: “Aku belajar adab selama 30 tahun, dan mempelajari ilmu selama 20 tahun. Para salaf dahulu selalu belajar adab terlebih dahulu sebelum mempelajari ilmu.” Bagi seorang penuntut …

Mengapa Ulama Salaf Mereka Belajar Adab Lebih Lama daripada Belajar Ilmu? Selengkapnya »

Mengenal Tarjumanul Qur’an: Sepupu Nabi yang Menjadi Rujukan Sahabat Senior

Jika ada satu nama sahabat yang paling sering disebut dalam kitab-kitab Tafsir Al-Qur’an, dialah Abdullah bin Abbas(Ibnu Abbas). Sepupu Rasulullah ﷺ ini dijuluki Tarjumanul Qur’an (Penafsir Al-Qur’an) dan Hibrul Ummah (Sang Ulama Umat). Ketika Rasulullah ﷺ wafat, usia Ibnu Abbas baru menginjak 15 tahun. Namun, mengapa ia bisa menjadi rujukan utama para sahabat senior seperti Umar bin Khattab dan Ali …

Mengenal Tarjumanul Qur’an: Sepupu Nabi yang Menjadi Rujukan Sahabat Senior Selengkapnya »

Etika Pelajar Al-Qur’an Terhadap Sejawat

Dalam ekosistem pembelajaran Al-Qur’an, hubungan bukan hanya terjadi secara vertikal (murid ke guru), tetapi juga horizontal (antar murid). Kualitas seorang penuntut ilmu sering kali dapat diukur dari siapa teman duduknya. Sebagaimana pepatah Arab: “Engkau akan disamakan dengan orang yang engkau pilih sebagai sahabat.” Etika terhadap teman bukan sekadar sopan santun, melainkan strategi untuk menjaga kejernihan hati …

Etika Pelajar Al-Qur’an Terhadap Sejawat Selengkapnya »

Scroll to Top