
Membaca Al-Qur’an bukan sekadar menggerakkan lisan. Di balik tilawah yang khusyuk, terdapat fenomena langit yang menakjubkan. Sebuah hadits riwayat Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu menyingkap tabir ini melalui kisah seorang sahabat yang sedang membaca Surah Al-Kahfi di tengah malam.
Kisah Kuda yang Panik dan Awan Misterius
Diriwayatkan, ada seorang sahabat (yang dalam riwayat lain dijelaskan sebagai Usaid bin Hudhair) sedang membaca Surah Al-Kahfi di halaman rumahnya. Di dekatnya, seekor kuda ditambatkan dengan dua utas tali.
Tiba-tiba, fenomena ganjil terjadi. Sebuah awan (sahabah) atau kabut cahaya turun menaunginya. Awan itu berputar-putar dan semakin mendekat. Kuda milik Usaid pun panik dan meronta-ronta (yanfir), seolah melihat sesuatu yang menakutkan atau luar biasa.
Usaid khawatir kuda itu akan menginjak anaknya, Yahya, yang sedang tidur di dekat situ, sehingga ia menghentikan bacaannya.
Keesokan harinya, ia melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda:
$$تِلْكَ السَّكِيْنَةُ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ$$
“Itu adalah Sakinah (ketenangan) yang turun karena (bacaan) Al-Qur’an.” (HR. Bukhari & Muslim)
Apa Sebenarnya “Sakinah” Itu?
Para ulama memberikan syarah (penjelasan) mendalam mengenai hakikat Sakinah dalam hadits ini:
- Wujud Fisik Malaikat: Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa dalam riwayat lain disebutkan, “Itu adalah para Malaikat yang mendengarkanmu membaca Al-Qur’an.”
- Bukan Sekadar Perasaan: Sakinah di sini bukan hanya “perasaan tenang” di hati (abstrak), melainkan sebuah entitas atau makhluk Allah yang membawa ketenangan dan rahmat, yang turun dikawal oleh para Malaikat.
- Bisa Dilihat: Rasulullah ﷺ bahkan bersabda kepada Usaid, “Jika engkau terus membacanya (sampai pagi), niscaya orang-orang akan melihat Malaikat itu tanpa terhalang dari pandangan mereka.”
Referensi: Shahih Fadhailul Qur’an – ABdullah Abdurrahman




